PENGARUH GLOBALISASI TERKAIT NASIONALISME

DAN NILAI BUDAYA LOKAL

Nasionalisme  merupakan suatu bentuk ideologi, demikian pendapat James G. Kellas. Sebagai suatu ideologi, nasionalisme membangun kesadaran rakyat sebagai suatu bangsa serta memberi seperangkat sikap dan program tindakan. Tingkah laku seorang nasionalis didasarkan pada perasaan menjadi bagian dari suatu komunitas bangsa. Nasionalisme Indonesia pada awalnya muncul sebagai jawaban atas kolonialisme. Pengalaman penderitaan bersama sebagai kaum terjajah melahirkan semangat solidaritas sebagai satu komunitas yang mesti bangkit dan hidup menjadi bangsa merdeka. Semangat tersebut oleh para pejuang kemerdekaan dihidupi tidak hanya dalam batas waktu tertentu, tetapi terus-menerus hingga kini dan masa mendatang.

Kini nasionalisme menghadapi tantangan besar dari pusaran peradaban baru bernama globalisasi. Nasionalisme hanya dipandang sebelah mata dari sebuah bangsa bernama Indonesia yang sedang diuji jati dirinya sebagai sebuah bangsa yang merdeka, dalam arti bagi sebuah negara yang yang belum memiliki sebuah fondasi yang kokoh dalam pembangunan sumber daya manusianya akan cenderung menelan mentah-mentah budaya negara lain yang mengakibatkan semakin hilangnya indentitas lokal negara. Pusaran ekonomi global menendang nasionalisme jauh ke pinggiran. Nasionalisme menjadi tidak relevan lagi. Di masa lalu modal terkait erat dengan rakyat. Dia memiliki tanggung jawab sosial untuk menghidupi seluruh rakyat. Namun kini, banyak penggerogotan modal sosial bangsa akibat perilaku menyimpang individu sebagai kalangan elite yang duduk dikursi kekuasaan seperti korupsi, kolusi, nepotisme serta wakil-wakil rakyat yang hanya ingin dilayani, yang seharusnya mereka malayani masyarakat. Apakah negara hancur lebur karena krisis ekonomi atau rakyat mati kelaparan, tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab para pemilik modal? Globalisasi tidak hanya menimbulkan persoalan di bidang ekonomi, tetapi juga kebudayaan. Kebudayaan kerap dikaitkan dengan teritori tertentu. Ruang membentuk identitas budaya. Ini berarti nasionalisme Indonesia pun dibangun oleh kebudayaan Indonesia yang berada dalam batas-batas geografis tertentu. Itu pemahaman kebudayaan di masa lalu. Globalisasi telah banyak mengubah tatanan identitas budaya lokal. Kini tidak sedikit anak-anak muda yang lebih menggemari terampil break dance seperti yang terlihat ditelevisi daripada jaipongan, atau lebih mahir bermain band rock N roll, daripada menabuh gamelan. Kita juga bisa menyaksikan orang barat yang menjadi dalang dan piawai memetik kecapi.. nasionalisme menjadi ideologi yang kedaluarsa. Jadi bisa dikatakan bahwa nasionalisme merupakan pencarian identitas lokal (nasional) dibawah pengaruh globalisasi.

banyak orang merasa tidak percaya diri dan kehilangan orientasi diri. Usaha untuk memperkukuh budaya asli Indonesia dirasa pelu dan penting untuk terus dikaji dan dikembangkan demi kehidupan yang lebih baik dan modern namun tetap memegang teguh nilai-nilai budaya asli bangsa.  bahwa budaya global yang di dominasi budaya barat sangat berpengaruh terhadap budaya lokal dan dijadikan semacam model yang selanjutnya diekspresikan dalam gaya hidup. Proses membaurnya budaya Barat ini menimbulkan keterasingan bagi budaya lokal itu sendiri, dan berpotensi untuk terjadinya proses dekonstruksi budaya. Nilai-nilai modern budaya barat yang positif dapat diambil secara progresif yang diorientasikan untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa harus mengarah ke westernisasi. Hal ini dikarenakan westernisasi memiliki potensi untuk mendegradasikan nilai-nilai budaya lokal yang yang kondusif. Dengan adanya proses adaptasi budaya inilah diharapkan akan tercipta Budaya Indonesia yang maju, unggul, yang menuju demokrasi berani berkompetisi dalam persaingan global. dalam Budaya lokal yang terbentuk secara alamiah, sesuai kodrat dan fitroh manusia mengandung nilai-nilai luhur sehungga dapat dijadikan pedoman untuk sebagi fondasi dalam mengembangkan modernisasi budaya lokal. dan selalu berbuat baik. Pengembangan nilai-nilai budaya tradisonal dan lokal sejalan dengan konsep multikultural dalam membangun identitas diri  yang disebut “budaya Indonesia“ yang nyata dan beragam. Dalam kehidupan nasional keragaman budaya budaya masyarakat itu, seperti penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bersamaan dengan itu membiarkan masyarakat pendukungnya menggunakan bahasa daerah berdampingan dengan bahasa nasional. Sesungguhnya setiap kebudayaan memberikan warna dilihat dari perspektif Antropologi. Telaah kritis berkenaan dengan kepribadian dalam kebudayaan ini dapat menyentuh isu-isu utama seputar bagaimana bangsa Indonesia terus dapat berkembang menjadi bangsa yang kian maju, stabil, demokratis dan sejahtera, diatas landasan nilai, kepribadian dan jati dirinya, serta sosok masyarakat seperti apa yang hendak kita tuju? Menghadapi kerasnya dimensi dalam percaturan global serta menghadapi kuatnya gejala disintegrasi nasional, sebuah bangsa harus membangun sendiri kekuatan, ketahanan dan pranata persatuan dan kesatuannya, agar bangsa yang bersangkutan tetap tegak, dan bergerak maju. Upaya bangsa Indonesia untuk terus mempertahankan sistem nilai, kepribadian dan jati dirinya, perlu diletakkan dalam konteks berkepribadian dalam kebudayaan. Adalah benar bahwa budaya itu adalah dinamis, terus berkembang dan “in the making”, tetapi tidak berarti nilai, jati diri dan warisan nasional boleh dicabut dan ditinggalkan. Memandang Globalisasi dari sudut pandang yang lebih luas berarti menuju kehidupan yang rasionalitas dalam berfikir, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itulah sisi positif yang dapat kita apresiasi. Memang Globalisasi tidak dapat dielakkan berjalan sesuai perkembangan masa dan zaman. Hidup memang bagaimana kita membuat mekanisme kontrol energi untuk bertahan hidup demikian diungkapkan L.A.WHITE.

Mengutip perkataan Bung Karno, bagi sebuah bangsa yang sedang berjuang tak ada kata akhir perjalanan, maka yang ada adalah perjuangan yang tiada henti menuju satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa pemersatu, satu Indonesia.

Fauzan Maulana

Ilmu Kelautan

UNIVERSITAS PADJADJARAN

About these ads