Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang remaja tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan aku sangat ingin memiliki gairah hidup yang sama. dengan dia, betapa kagetnya aku ketika aku menjulurkan tangan hendak berkenalan…dia hanya tersenyum ramah kepadaku,ternyata dia tidak memiliki kedua tangan . Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua tangan. Dunia ini milikku.

Aku berhenti untuk membeli sedikit kue. Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona. Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira. Seandainya aku terlambat sampai di kantor, tidaklah apa-apa. Ketika aku pergi, dia berkata, ‘Terima kasih. Engkau sudah begitu baik.
Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu. Lihatlah, aku buta.’ Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.

Lalu, sementara berjalan. Aku melihat seorang anak mirip bule dengan bola mata biru. Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain sepak bola. Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, lalu berkata, ‘Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain, Nak ?’ Dia memandang ke depan tanpa bersuara, lalu aku tahu dia tidak bisa mendengar. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.

Saat aku di mesjid, kulihat seorang pemuda yang sedang berdzikir dengan tenang dan khusunya,.hendak hati ingin mengenalnya. Tak beberapa lama kemudian kulihat dia begitu susah berdiri, ternyata ia hanya memiliki satu kaki dan menggunakan tongkat. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku.

Maafkan aku yaa Robb,terkadang tangan ini suka menyakiti ciptaanMu, terkadang mata ini begitu hina dangan melihat apa yg Kau haramkan, terkadang telinga ini suka mendengarkan apa yg Engkau benci dan haramkan, dan terkadang kaki ini melangkah ke tempat yg tak Engkau ridhoi.

Dengan dua tangan untuk memudahkan segala pekarjaanku. Dengan dua kaki untuk membawaku ke mana aku mau. Dengan dua mata untuk memandang keindahan ciptaanmu. Dengan dua telinga untuk mendengar bunyi yg menyejukkan hati..dan dgn sgl kenikmatan lainnya yg begitu banyak,bhkan tak terhitung..
Ya Allah, maafkan aku bila aku banyak mengeluh.